Tugas Administrasi Dan Supervisi Pendidikan

Tugas Administrasi Dan Supervisi Pendidikan

1. Mengapa dalam manajemen sekolah di perlukan administrasi kesiswaan, apa saja fungsinya?

Jawaban:

Manajemen sekolah diperlukan karena untuk mengatur semua kegiatan yang berhubungan dengan kesiswaan, agar proses pembelajaraan siswa di sekolah dapat berlangsung dengan baik dan lancar, serta tertib dan teratur, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif ndan efisien. 

Fungsi dari manajemen sekolah adalah untuk mencapai tujuan melalui penerapan fungsi: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaporan, koordinasi, pembiayaan, dan pengawasan menggunakan dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

Sumber : Jurnal Administrasi Kesiswaan (2014), Oleh Hadrina Pratiwi Harahap dan Widya Lestari 

2. Kegiatan-kegiatan apa saja yang sering dilakukan sekolah dalam bidang administrasi kesiswaan?

Jawaban:

Administrasi kesiswaan merupakan kegiatan-kegiatan pencatatan siswa atau peserta didik mulai dari siswa mulai masuk sekolah hingga siswa meninggalkan sekolah karena lulus atau alasan lainnya. Kepala sekolah atau lembaga pendidikan sebagai leader hendaknya mampu untuk mempersiapkan atau merencanakan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi kesiswaan. Kegiatan-kegiatan yang dimaksud adalah:

a. Penerimaan Peserta Didik 

Dalam penerimaan siswa baru ini perlu direncanakan dengan baik, agar penerimaan siswa baru dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dalam hal ini, juga harus memperhatikan hari-hari libur sekolah atau hari Ahad, agar tidak terjadi tabrakan dengan regristrasi siswa yang lama. 

b. Kebijakan Penerimaan Peserta Didik

Kebijakan penerimaan peserta didik baru, memuat aturan mengenai jumlah peserta didik yang dapat diterima di lembaga pendidikan tersebut sesuai dengan kondisional lembaga pendidikan tersebut, seperti daya tampung, kriteria yang dapat diterima, sarana prasarana, tenaga kependidikan yang ada, jumlah peserta didik yang tinggal kelas, dsb. Selain itu kebijakan penerimaan peserta didik baru juga memuat mengenai sistem penerimaan, waktu penerimaan, serta personalia-personalia yang akan terlibat dalam proses penerimaan. 


c. Sistem Penerimaan Peserta Didik

Berbicara mengenai sistem penerimaan, ada dua macam sistem penerimaan peserta didik baru, yaitu sistem promosi dan sistem seleksi. Sistem promosi merupakan sistem penerimaan yang tidak menerapkan seleksi dalam penerimaan peserta didik baru. Sehingga setiap siswa yang telah mendaftar, akan secara langsung diterima oleh lembaga pendidikan tersebut sebagai peserta didik baru.

Sistem seleksi adalah sistem penerimaan peserta didik baru yang menerapkan seleksi atau penyaringan terhadap peserta didik yang telah mendaftar. Ada tiga macam sistem seleksi, yaitu melalui seleksi DANEM, seleksi Penelusuran Minat dan Bakat (PMDK), dan seleksi berdasar hasil ujian masuk.

d. Kriteria Penerimaan Peserta Didik

Kriteria adalah patokan-patokan yang menentukan bisa atau tidaknya seseorang untuk diterima sebagai peserta didik. Kriteria penerimaan peserta didik ada tiga macam, kriteria acuan patokan (standard criterian referenced), kriteria acuan norma (Norm criterian referenced), dan kriteria berdasar daya tampung sekolah. Kriteria acuan patokan merupakan penerimaan berdasarkan syarat atau kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Sedangkan kriteria acuan norma adalah penerimaan berdasarkan keseluruhan prestasi yang diperoleh, dijumlah, dan direrata. Kriteria berdasar daya tampung sekolah adalah penerimaan berdasar daya tampung yang telah ditentukan sehingga memenuhi kriteria ketika didalam cakupan daya tampung yang telah ditentukan.

ADMINISTRASI KESISWAAN DALAM PENDIDIKAN ( Muh Fadli Fajrin, Nasuha Nasuha, Muhammad Arsyam (2021) :

3. Apa saja kendala yang yang dialami pada saat dilakukannya supervisi didalam pendidikan tersebut?

Jawaban:

Kendala yang dialami saat dilakukannya supervisi didalam pendidikan antara lain :

Kurangnya ghirah keilmuan guru Tujuan utama supervisi adalah meningkatkan kualitas guru.

Pemimpin yang kurang berwibawa Kewibawaan sangat penting untuk menggerakkan perubahan.

Lemahnya kreativitas Supervisi membutuhkan kreativitas tinggi dari para supervisor untuk mencari solusi dari problem yang didera di lapangan.

Mengedepankan formalitas, mengabaikan esensi Banyak dijumpai supervisor, utamanya pinilik dan pengawas, dilapangan yang melakukan pekerjaannya secara tidak serius, asal-asalan.

Kurangnya fasilitas Fasilitas sekolah merupakan sarana vital bagi realisasi tujuan yang dicanangkan.

Sumber : Jurnal Administrasi dan Supervisi Pendidikan (2019),Oleh Hade Afriansyah

4. Apa yang harus diperhatikan kepala sekolah sebagai supervisor dalam pelaksanaannya?

Jawaban:

Yang harus diperhatikan kepala sekolah sebagai supervisor dalam pelaksanaannya memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada para guru dan staf dalam mengatasi masalah-masalah yang menyangkut perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian dalam rangka peningkatan profesionalisme guru dan juga membinahubungan kerjasama antara guru dan instansi-instansi lain dalam rangka peningkatan mutu pendidikan siswa.

Sumber : Jurnal Peran Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Pendidikan (2017), Oleh Aceng Fuad Hasim Ikbal

5. Jelaskan apa yang dimaksud administrasi personel sekolah?

Jawaban:

Personel sekolah atau disebut juga personalia sekolah adalah orang-orang yang tergabung di dalam kerjasama pada suatu sekolah untuk melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan pendidikan. Personel bisa juga disebut pegawai atau karyawan. Pegawai di sekolah adalah semua manusia yang bergabung dalam kerjasama pada suatu sekolah untuk melaksanakan tugas-tugas dalam mencapapi tujuan pendidikan. Karenanya, personel sekolah meliputi guru yang disebut tenaga pendidik, tenaga administratif yang disebut tenaga kependidikan, dan karyawan yang disebut kayawan. Jadi administrasi personel sekolah adalah administrasi yang menangani masalah-masalah personel sekolah atau pegawai sekolah untuk melaksanakan tugas yang bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Secara terperinci dapat disebutkan keseluruhan personel sekolah adalah kepala sekolah, guru, pegawai tata usaha, dan pesuruh/penjaga sekolah.

Sumber : Jurnal Adminnistrasi Personalia Pendidikan (2019), Oleh Adjie Samudra

Komentar